Menu Tutup

204 Acara Seni Batal Karena Pandemi, Pendataan Jadi Kunci

acara seni batal dari data koalisi seni

Jakarta — Kesadaran pendataan menjadi langkah yang berguna dan tepat untuk ekosistem seni dapat bertahan di tengah kondisi pandemi COVID-19. Koalisi Seni Indonesia lahir dari tujuan mendorong terwujudnya ekosistem seni yang lebih sehat. Sehingga urun suara dan advokasi akan diperjuangkan oleh teman-teman dalam Koalisi Seni ini. Data menunjukkan angka 204 Acara Seni yang batal atau ditunda karena Pandemi, yang mana menurut Koalisi Seni data ini masih dapat terus bertambah .

Diantara yang menjadi perhatian kali ini ialah databese sebaran para pelaku seni. Karena data tersebut menjadi kunci bagi pembuatan kebijakan seni untuk mengambil langkah yang tepat saat kondisi semasa Pandemi.

“Saat pandemi seperti ini, pembuatan kebijakan bagi sektor seni di Indonesia jadi lama karena ini negara yang besar dengan jumlah seniman banyak,”

ujar Koordinator Advokasi Koalisi Seni, Hafez Gumay, dalam urun rembuk virtual Menjaga Nyala Seni Semasa Pandemi pada Senin, 6 April 2020.

Sebagai bagian dari advokasi kebijakannya, Koalisi Seni mengumpulkan data tentang acara seni yang batal atau ditunda melalui penelusuran di internet serta formulir di bit.ly/acarabatal.

204 acara seni batal atau ditunda akibat Pandemi:

Data yang terkumpul per 13 April 2020 menunjukkan ada 204 acara seni batal atau tertunda akibat COVID-19.

24 proses produksi, rilis, dan festival film
107 konser, tur, dan festival musik
2 acara sastra
20 pameran dan museum seni rupa
9 pertunjukan tari
42 pentas teater, pantomim, wayang, boneka, dan dongeng.

Peta sembaran ini dirasa masih kurang dan perlu untuk terus disinergikan antara komunitas, organisasi, individu, pemerintah dan media pemerihati seni di Indonesia. Perlunya informasi untuk dapat diakses para pemangku kepentingan seni di Indonesia yang amat banyak sekali persebaranya.

Farah Wardani, Direktur Jakarta Biennale, mengamini hal tersebut. “Kita sebagai pekerja seni harus membuktikan dengan angka, statistik, dan data agar bisa menjustifikasi pentingnya seni bagi para pemangku kepentingan,” tuturnya.

Kolaborasi penting dilakukan pemerintah dan swasta untuk tangani aneka acara seni yang batal atau ditunda karena Pandemi

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, mengakui pentingnya data semasa pandemi ini.

“Pendataan penting untuk hal-hal yang tidak kita duga seperti sekarang,” ucapnya.

Pekan lalu, Direktorat Jenderal Kebudayaan (Ditjenbud) membuka pendataan pekerja seni terdampak melalui formulir daring di bit.ly/borangpsps. Sejauh ini, telah ada lebih dari 35.000 orang mengisi formulir tersebut. Data tersebut menunjukkan sebelum pandemi berlangsung, terdapat lebih dari separuh pengisi formulir berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan dari sektor seni.


Baca juga:


Menurut Hilmar, Ditjenbud bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Tenaga Kerja (Kemennaker) akan membantu para pengisi formulir yang memenuhi standard kriteria lembaga ini. Mereka yang berpenghasilan di bawah Rp 10 juta, tidak punya pekerjaan Iain selain di bidang seni, sudah berkeluarga, serta bukan merupakan peserta Program Keluarga Harapan (PKH) bakal diikutkan dalam PKH.

Jumlahnya kini mencapai 10.689 orang, atau 29% dari pengisi formulir. Sedangkan mereka dengan penghasilan di bawah Rp 10 juta, tidak punya pekerjaan Iain selain di bidang seni, belum berkeluarga, serta belum memiliki Kartu Pra-Kerja akan didaftarkan untuk mendapat Kartu Pra-Kerja. 8.367 orang yang mengisi formulir memenuhi kriteria tersebut.

“Angka ini masih terus bergerak, karena pendataan gelombang pertama masih dibuka sampai 8 April 2020. Skema yang sama juga akan digunakan pemerintah daerah, yang akan ikut dalam rapat koordinasi kami pada 9 April,” kata Hilmar.

Kekurangan data juga diakui oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf).

Staf Khusus Menteri Bidang Digital dan Industri Kreatif Kemenparekraf, Ricky Pesik, juga menyebutkan pendataan pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak dari data yang dapat dihimpun.

“Masalahnya, kita tidak punya data terpusat, jadi semua tunggang langgang cari data saat ada COVID-19,”

ujarnya.

la mengatakan Kemenparekraf juga sedang mengatur ulang alokasi anggarannya tahun ini untuk mitigasi dampak COVID-19 secepatnya. Kementerian tersebut akan mengumumkan panggilan (open call) di website-nya bagi para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar karya, konten, dan produk mereka dapat dibantu. Seperti yang kita ketahui, industri ini menjadi pilar ekonomi yang paling terdampak akan adanya wabah Pandemi COVID-19.

Cerita anggota Koalisi Seni saat membantu pelaku acara Seni yang batal atau ditunda di daerah terdampak Pandemi

Sayangnya, tak semua pekerja seni atau seniman kiita memiliki akses terhadap internet, sehingga pendataan tidak bisa mengandalkan formulir daring saja. Perlu adanya saling bahu membahu membantu sesama seniman agar dapat mengakses informasi penting ini. 

“Input data seniman lama karena harus offline. Kami juga harus verifikasi data satu per satu. Misal ada yang KTP-nya guru, tapi sekarang jadi pelatih karawitan. Kami harus memberikan argumen bahwa ia benar layak dapat bantuan,”

tutur Yuyun Sulastri, salah satu anggota Koalisi Seni.

Ia menceritakan pengalamannya mendata seniman terdampak agar bisa mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Malang.

Manajer Program Koalisi Seni, Retha Dungga menambahkan prinsip gotong royong dalam pendataan sangatlah perlu dilaksanakan. “Pemerintah sudah membuka bermacam akses, sekarang kita harus saling membantu. Kita yang akrab dengan teknologi informasi, mari coba membantu seniman yang tidak terlalu akrab dengannya,” ucapnya.

Urun rembuk ini telah dilakukan secara daring sejak 6 April kemarin. Adapun mereka menjadi bagian dari advokasi kebijakan Koalisi Seni untuk ekosistem seni di tengah pandemi. Kabar terbaru tentang advokasi Ini tercantum di laman koalisiseni.or.id/advokasi/seni-semasa-krisis, yang diperbarui secara berkala oleh Koalisi Seni.


Salam kreatif selamat berkarya

Beart.id

2 Comments

  1. Pingback:Beart Virtual Art Exhibition - Beart Indonesia

  2. Pingback:Beart Virtual Art Exhibition -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *