Bambu “getih getah” dan segala persoalannya

Jakarta – Sebuah karya berbahan bambu berdiri sejak event Asian Games di daerah bunderan HI, Jakarta. Bambu karya seniman Joko Avianto ini dihargai dengan 550 juta dari berita burung yang ramai diperbincangkan. Jikalau benar kami memaklum adanya. Bagaimana tidak maklum untuk karya yang sudah pernah ikut pameran di yokohama jepang ini. Dari sinilah kita bisa melihat apresiasi yang masih rendah dari masyarakat Indonesia atas sebuah karya seni. Adapun selengkapnya mari berdiskusi dengan grafis yang beart tampilkan dibawah ini :

Lantas tunjukkan karyamu

Beart Indonesia

Dibalik keburukan yang disampaikan secara miring, sang seniman juga memberdayakan masyarakat lain. Walaupun mungkin orang yang menghina tidak dapat manfaat secara financial ataupun yang lain. Dilain sisi ada masyarakat lain yang kebantu. Karena itu, tidak mungkin juga seniman bahagiakan semua pihak.

Nb : penulisan yang benar “getih getah”

Bagaimana opini kalian ?

Komentar dibawah kuy

Leave a Comment