Menu Tutup

Buku Alih Wahana dalam berkesenian

Pak Sapardi yang kita kenal selama ini merupakan legenda sastrawan Indonesia yang masih aktif berkarya hingga hari ini. Dalam bukunya alih wahana ini kita dapat mengamati proses transformasi dari suatu bahasa ke bahasa lain. Dari suatu kesenian bertransformasi kesenian lain. perubahan dari kesenian sastra ke film, puisi ke musik dan masih banyak lagi yang bisa di alih wahanakan.

Proses alih wahana tidak hanya dalam satu ruang berkesenian. Antara hasil kesenian akan dapat diubah ke medium kesenian yang lain. Namun, dalam kenyataan yang terjadi akan ada polemik dan komentar dari masyarakat akan perubahan yang terjadi. Seperti halnya karya buku fiksi ke film, film ke buku, puisi ke musik dan masih banyak lagi.

Dengan adanya pengetahuan tentang alih wahana, seharusnya polemik itu bisa jadi bahan kajian tersendiri bagi masyarakat. Masyarakat dapat mengidentifikasi, mencermati dan mencoba menerapkan dalam karya seninya.

Dalam konteks yang lebih luas, alih wahana bisa mencakup pengubahan dari berbagai jenis ilmu pengetahuan menjadi karya seni. Dalam buku ini ada bahasan tentang sastra dan teknologi. Melihat lebih jauh fenomena sekitar untuk jadi kendaraan mengalihkan dari suatu tempat ke tempat lain.

Potongan bab dalam buku “Alih Wahana”

Seperti potongan foto diatas menjelaskan perubahan karya sastra ke medium pementasan. Yang mana dapat menghilangkan kesastraannya sendiri.

Dengan memberikan contoh, mengamati dan menjelaskan perubahan-perubahan yang ada dalam kesenian di sampaikan dengan mudah oleh pak Sapardi Djoko Damono dalam buku.

“Sapardi tidak menguraikan berbagai konsep dengan menggunakan banyak jargon ataupun istilah, yang sering kali mematikan minat orang untuk menekuni sesuatu yang baru secara lebih”

ungkap Manneke Budiman Ph.D. terhadap buku non fiksi karya Pak Sapardi ini.

Pak Sapardi sendiri telah mencontohkan perubahan atas kesenian dalam karyanya. Seperti “hujan di bulan juni” sebuah puisi yang berubah ke novel hingga karya film. Sebuah karya yang terbilang legendaris dari seorang sastrawan kelahiran surakarta ini.

Bahkan, karyanya ikut dirubah ke medium kesenian yang lain oleh mahasiswanya. Dari karya sastra ke medium musik oleh dua mahasiswanya dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang bernama Ari Malibu dan Reda Gaudiamo.

Lantas kamu akan mencobanya ?

Salam Kreatif, Selamat Berkarya

Beart Indonesia

2 Comments

  1. Pingback:"Awan" dari NKCTHI akan segera menemanimu di bioskop. - Beart Indonesia

  2. Pingback:Menanti Kolaborasi eyang Sapardi Djoko Damono dan Rintik Sedu serta alih wahana Geez & Ann ke medium film - Beart Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *