Menu Tutup

Ekraf sumbang PDB 1.200 T, potensi Ekraf tahun 2020

Cover laporan opus 2019

Menginjak tahun 2020 menjadi potensi bagi Ekonomi Kreatif Indonesia. Dengan pertumbuhan PDB yang dihasilkan terus bertumbuh sejak 2017 silam. Indonesia akan mengandalkan Ekonomi Kreatif dengan 14 Subsektornya sebagai salah satu kekuatan Ekonomi negara merah putih ini.

“Pada tahun lalu, PDB Ekraf diperkirakan sudah mencapai lebih dari seribu triliun rupiah. Angka ini akan terus meningkat hingga di atas 1,2 ribu triliun pada 2019. Subsektor Fesyen, Kriya, dan Kuliner masih akan menjadi subsektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian di industri kreatif, terutama dikarenakan subsektor ini relatif lebih resisten terhadap guncangan ekonomi dunia. Tetapi selain itu ada 4 subsektor yang berpotensi menjadi kekuatan ekonomi baru yakni film, musik, art, dan game (animasi),” ujar Triawan.


Baca juga:


Dilansir dari Kompas.com, menurut Satria Utama, Corporate Vice President (VP) Marketing TACO Group, menilai industri kreatif punya andil dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Sejauh ini pertumbuhan industri kreatif cukup tinggi dan menunjukkan tren positif. Namun demikian, masih banyak pihaknya atau pelaku industri yang belum muncul untuk memanfaatkan momentum tersebut. Bahkan, jumlah pelaku industri kreatif di Tanah Air masih kalah dengan negara lain.

“Pertumbuhan ekonomi kreatif cukup tinggi, tapi pelakunya belum banyak, kita ingin menginspirasi semua orang untuk bisa partisipasi di industri kreatif,” imbuhnya.

Tren positif ekonomi kreatif Indonesia

Fesyen-beart.id pict
Fesyen salah satu subsektor Ekonomi Kreatif (Dok: Istimewa)

Menjadi negara dengan bonus demografis ini seharusnya kita segera bertindak dan menjadi salah satu pelaku dari ekosistem Ekonomi kreatif. Melibatkan banyak pihak dari pelaku, role pasar, infrastruktur, dan pembeli untuk terus dapat berkolaborasi di tahun 2020.

Para pelaku kreatif seni dan desin tanah air sendiri juga harus aktif dan sinergi dalam melihat peluang baik ini. Dengan traffic yang semakin baik, seharusnya kita dapat segera mengeksekusi ide-ide kreatif putra-putri ibu pertiwi.

Pergerakan kesenian dan kebudayaan di Indonesia terlihat semakin geliat tahun kemarin. Dan 2020 harus semakin tancap gas dan inovatif dalam aneka produk dalam 14 Subsektor Ekonomi Kreatif. Apalagi dengan kementerian baru yang menjadikan ekonomi kreatif digabung dengan pariwisata dan komitmen Wishnutama selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk meningkatkan MICE sebagai salah satu penunjang pariwisata. Dimana pergerakan kesenian dan ekonomi kreatif juga terus berlangsung dalam MICE.

Namun demikian, semua itu harus dipandang dengan tetap melihat etika yang baik dalam memanfaatkan produk olah tangan kreatif para seniman dan desainer tanah air. Tahu mana yang seharusnya masuk industri kreatif dan tahu mana yang harus hanya untuk berkarya, sebagaimana bentuk respon insan kreatif seni dan desain dalam suatu karya seni yang mereka hasilkan.

Jauh dari itu semua, karya kreatif putra-putri Indonesia harus terus di follow up dengan ikut andil dalam memperbaiki ekosistem kreatif seni dan desain. Dan 2020 pemain lokal harus semakin produktif untuk berkarya dan bergerak meningkatkan kualitas untuk bisa memperkenalkan ke pasar internasional.


Sumber: Bekraf Outlook Ekonomi Kreatif 2019 dan diolah kembali oleh tim riset Beart.id


Salam kreatif, selamat berkarya

Beart Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *