Menu Tutup

Iksan Skuter rilis buku Antologi Lirik “Bingung”

Iksan Skuter buku bingung

Malang – kemarin (29/11) Iksan Skuter rilis karya terbarunya. Ada yang berbeda untuk kali ini. Bukannya lagu baru, tetapi buku baru yang dirilis. Buku antologi lirik berjudul “Bingung” ini akan menceritakan lagu-lagu dari karya beliau. Buku dengan harga 60.000 rupiah ini sudah bisa dibeli di Warningbooks, selaku penerbit buku ini.

Sebagaimana peradaban leluhur, mendokumentasikan apapun adalah hal penting bagi masa depan. Minimal anakku tahu, bahwa ayahnya gak numpang boker sama kencing selama hidup di dunia.

Ucap Cak Iksan dalam akun Instagramnya

Teringat pesan eyang Pramoedya Ananta Toer akan “Menulis adalah bekerja untuk keabadian”, membuat buku “Bingung” akan menjadi saksi keabadian Cak Iksan Skuter. Musisi dengan lagu yang hangat nan sarkas ini sebelumnya telah berbicara mengenai pembuatan buku di kala mengisi Talkshow di Patjarmerah Malang kemarin Agustus.

Sebuah kisah yang diceritakan Cak Iksan Skuter akan pentingnya menulis buku. Dalam forum santai tersebut terjadi sore hari dengan sejuknya ex. Bioskop Kelud Malang. Singkat cerita, Cak Iksan bercerita perjalanannya ke Singapura yang gagal karena tak memiliki buku, iya buku. Adapun buku dalam acara di Singapura kala itu menjadi salah satu syarat wajib musisi untuk tampil dalam acara tersebut. Jadi, begitu berartinya ya menulis dan mengumpulkan arsip.

buku bingung
Buku Bingung

Melihat kisah itu, mengajarkan kita akan pentingnya menulis dan mengarsipkan seluruh karya. Begitu pula Cak Iksan skuter, yang akhirnya segera mengumpulkan cerita untuk ditulis dan menjadi arsip dalam perjalanan panjangnya berkarya di dunia musik. Seperti salah satu nama lagunya, “Bingung” menjadi judul buku karyanya.

Baca juga :

Dalam transformasi karya cak Iksan skuter ini mengingatkan buku eyang Sapardi Djoko Damono, Alih Wahana. Menjelajahi aneka ragam kegiatan kesenian. Untuk atau dari satu karya yang bisa berubah menjadi medium karya lain. Memperluas pandangan dan menguntungkan seniman. Semua itu kembali kepada para pengkaryanya yang telah melahirkan anak rohaninya ke bumi, seperti ungkap eyang Pramoedya Ananta Toer.


Salam kreatif, Selamat berkarya

Beart Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *