Menu Tutup

Ironi dan Perasaan Sepi dari Aamaga untuk single bertajuk ‘Sepi’

Aamaga Sepi

Tak ada orang rela dibunuh sepi lalu tergeletak tanpa daya sekaligus tuna karya. Begitu pula Dhandy Satria. Musisi yang mengakhiri dua tahun hiatusnya lewat ‘Ratap dan Elegi’ bulan lalu ini tak mau cepat-cepat kembali ke perapiannya. Masih membawa bendera Aamaga, Dhandy kembali meluncurkan single sekaligus sekuel kedua berjudul ‘Sepi’.

Lagu ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi saat mengolah rasa “Sepi” di mana ia dihantam rindu,dibuai pengakuan, bahkan “dikhianati” diri sendiri.

Dengan bekal bahwa semua perasaan itu “Valid” Aamaga percaya setiap orang punya ironinya masing-masing, terutama ketika mengecap rasa. Kerangka lagu disusun minimalis nir-instrumen dengan alasan setiap rasa sepi tidak bisa dibandingkan.

“Bisa berupa sepi sebagai tidak berbunyi, sepi sebagai tidak berteman, sepi sebagai tidak diterima, sepi sebagai tidak dimengerti. Semua adalah hal yang sah, semenjak semua rasa itu ‘Valid’.”

ungkap Dhandy.

Dari segi lirik, ‘Sepi’ ditulis dengan kesederhanaan, tidak banyak perumpamaan agar lebih mudah menyalurkan perasaan Aamaga terhadap rasa sepi. Sedangkan komponen musik yang hadir dalam lagu ini berupa suara Ambience dibalut dengan Instrument Fretless Bass yang dimainkan oleh Danny Eriawan Wibowo.

Baca juga:

Pada bagian akhir lagu, Aamaga memberi eskalasi berupa suara noise yang merepresentasikan kekacauan dalam diri seseorang yang merasa Sepi. Aamaga mencoba memberikan sensasi lagu yang akan termasuk dalam golongan musik eksperimental atau bahkan malah bisa disebut sebagai musik yang “mengganggu” ketika didengarkan.

Dalam proses lagu “Sepi” Aamaga menggandeng Danny Eriawan Wibowo sebagai pemain Bass, Lois Nur Fathiarini sebagai pembuat visual “Sepi”, dan Agripa Hawi sebagai asisten produksi.

Sebelum menjajaki proses solo, Dhandy tergabung dengan Summerchild Trio. Bersama dua kompatriotnya: Ryan dan Yusak Nugroho, mereka telah melahirkan satu mini album dan full album.

Aamaga Lirik lagu Sepi:

Ku anggap resah jiwa
Datang bagai siang malam
Ku kira semua rasa
Pergi bagai hidup mati
Ku pernah merasakan
Hidup bagai sandiwara
Ku resap semua lara
Bagai bingkai garis tangan
Haru biru yang menghias
Binar baru wajah baru
Meski harus ku melangkah
Berat hati yang ku rasa
Sepi… ooo sepi…


Salam kreatif selamat berkarya

beart.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *