Menu Tutup

Karya Berjudul “Deadlock” Respon Kondisi Keinginan Tenar Yang Berlebih – Beart VAE

karya 2 Deadlock beart VAE

Banyaknya fenomena orang-orang berlomba untuk tenar, Laila nuriya sinta & Faradiba Widiasti menuangkan keresahanya lewat karya berjudul “Deadlock”

Dalam deskripsinya, pengkarya menjelaskan, “Tidak peduli baik buruknya bagi dirinya atau orang lain, mau tidak mau dia melakukan segala upaya untuk mendapatkan segalanya. Serakah, kadang terdengar lucu namun kini mereka berlomba lomba mengejar kebahagiaan semu itu. Mati dalam gembok yang dia buat sendiri, lalu sibuk klarifikasi yang terdengar nyata namun fiksi.”

Dari keresahan pengkarya lahirkan Karya berjudul “Deadlock”

Keresahan yang menjadi dasar pembuatan karya berjudul “Deadlock” ini sudah sangat sering kita jumpai di sosial media. Banyak orang berbondong-bondong untuk mencari ketenaran. Sampai apapun rela dilakukan. Mereka gila keteranan.

Rela mengumbar apa yang seharusnya tidak patut diperlihatkan. Standar sosial harus tinggi. Trend apapun harus diikuti. Bahkan rela membuat sensasi agar cepat viral. Kemudian sibuk klarifikasi untuk memperbaiki citra diri. Miris sekali.

Karya berjudul “Deadlock” ini diwujudkan menggunakan teknik digital. Penggambaranya adalah sosok wanita berambut blonde dengan mata tertutupi sedang memakan snack bertuliskan Choco Die. Kemudian di bagian sebelah kanan atas terdapat balon kutipan bertuliskan “Hai guys! Aku udah cobain produk ini! worth to buy banget!”

Makna dari penggambaran wanita tersebut merepresentasikan contoh wanita sedang memposting foto dirinya di sosial media. Mengikuti trend makanan kekinian dan tak lupa juga mamamerkan lekuk tubuh. Matanya yang tertutup kain coklat, seakan menunjukan bahwa ia dibutkan oleh ketenaran yang ingin digapai.

Tambahan pada tepian gambar, terdapat tulisan dari screenshoot twitter. Beberapa diantaranya tertulis, “seperti masih remaja,gan”, bukanya isi otak yang ditambahin, ini malah tt yang ditambahin” bahkan juga ada yang tertulis iklan “NITIP KAK, AYO REBAHAN DAPET DUIT DENGAN CARA DOWNLOAD APK CASHZINE & BUZZBREAK”

Tulisan-tulisab tersebut semakin menghidupkan konsep pengkarya. Dari segi makna, para penggila ketenaran ini rela melakukan apa saja, rela dikomentari apa saja, asal postingan ramai.

Dari karya tersebut bisa kita ambil pelajaran, bahwa ketenaran itu hanyalah semu, jika tidak dibarengi dengan membagikan hal positif dan memberi kebermanfaatan. Malah-malah kita sendiri yang akan terjebak dalam ketenaran yang kita buat.

Bukankah tenar dengan kebermanfaatan lebih bermakna?

Karya berjudul “Deadlock” dari Laila Nuriya Sinta & Faradiba Widiasti dalam Beart-VAE bisa juga diapresiasi di sosmed beart.id. Untuk kalian juga bisa ikut partisipasi dalam Beart Virtual Art Exhibition (VAE).

Karya: Laila Nuriya Sinta & Faradiba Widiasti

Penulis: Karimatus Sa’adah


Salam kreatif selamat berkarya

beart.id

1 Comment

  1. Azizah

    Karya yang menarikkk👍🏼Makna dari karya ini relatable bangett deh dengan kondisi sosial media hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *