Menu Tutup

Karya “Dikoyak Pandemi” Oleh Rama Fajar – Beart VAE

Dikoyak Pandemi cover beart-vae

Kita telah dikoyak pandemi. Pandemi ini tentunya mempunyai dampak signifikan bagi keberlangsungan hidup manusia. Banyak masalah yang muncul memasukan kita ke dalam situasi yang penuh dengan ketidak pastian. Karya “Dikoyak Pandemi” Oleh Rama Fajar dalam pameran daring Beart-VAE.

Terlebih lagi permasalah di bidang ekonomi. Semua orang tentunya merasakan dampaknya. Dari mulai perusahaan-perusahaan besar, banyak yang gulung tikar, pegawai-pegawai yang dulunya tenang akan mendapat gaji bulanan. Kini terpaksa ter-Putus Hubungan Kerja (PHK).

Sampai ke pedagang-pedagang kecil, banyak yang menutup lapaknya, bukan karena tidak ingin berdagang kembali. Tetapi kondisi tidak memungkinkan untuk berjualan dan mendapat pembeli seperti saat keadaan sedang normal. Belum lagi petani, dan nelayan, harus terkendala saat memasarkan hasil jerih-payahnya.

Dilain sisi ada juga pengusaha yang semakin meningkat keuntunganya, seperti perusahan telekomunikasi dan pengiriman barang. Dimana semua serba digital, membuat penjualan dan jasa yang ditawarkan laku tajam.

Pedagang kecil, memutar akal, menjual masker dipinggir jalan adalah alternatif mengais rezeki. Dimana-mana, orang pasti akan membutuhkan. Tak jarang, beberapa juga berjualan bahan pangan.

Situasi seperti ini membuat kita tersadar. Pandemi benar-benar memberikan berbagai macam dampak di bidang ekonomi. Hal ini juga yang menginspirasi Fajar, untuk menuangkan idenya dalam karya berjudul “Dikoyak Pandemi”

Penjelasan Fajar atas karya “Dikoyak Pandemi” dalam pameran daring beart-VAE

Fajar menjelaskan dalam deskripsinya, “Saat pandemi, bisnis ada yang menyusut ada pula yang meningkat. Ada yang dikoyak pandemi sampai bangkrut, ada pula rakyat kecil saat dikoyak pandemi mendapatkan rezeki seperti berjualan masker, atau bahan pangan yang memudahkan masyarakat untuk memenuhi gizinya.”

Semua ia tuangkan dalam karya beraliran ekspresionisme, yaitu aliran melukis untuk mengungkapkan kegelisahan sang pengkarya. Ia menggunakan media mix media berupa krayon dan spidol maker di atas kertas berwarna putih.

Dari segi visual karya ini menampilkan sosok menyerupai wajah manusia, tapi memiliki dua tanduk dan satu tangkai daun di kepala. Ekspesi yang ditampilkan adalah tersenyum denganmenonjolkan taring-taring dibibirnya.

Beragam warna digunakan untuk menggores karya ini. Seakan menunjukan beragam dampak akibat pandemi. Sesekali pada beberapa bagian, pengkarya memberikan simbol seperti tanda tambah, silang, titik-titik, bahkan ada juga angka.

Lebih lengkap lagi, ia menambahkan berbagai macam keresahanya lewat tulisan. Antara lain; “Mampus kau dikoyak-koyak bisnis”, “BRANDAL JAKARTA DI KERANDA”, dan terakhir”JALAN MENUJU RUSUH”

Dari Karya “Dikoyak Pandemi” Oleh Fajar ini, membuat kita sadar bahwa sebuah situasi akan selalu memberikan dampak bagi kehidupan. Karena “Manusia hidup dari sebuah masalah”, entah dampak baik atau buruk masalah pandemi ini untuk perekonomian kita. Menyelesaikan masalah dengan sabar dan selalu positif adalah salah satu jalan untuk meringankan beban yang sedang kita alami.

Bahkan kita bisa tetap kreatif dengan memanfaatkan kekurangan kita. Seperti teman-teman yang tetap berusaha berkarya dan ikut aneka pameran daring. Seperti halnya beart-VAE yang mengajak kita untuk tetap produktif berkarya.

Karya berjudul “Dikoyak Pandemi” Oleh Rama Fajar dalam Beart-VAE bisa juga diapresiasi di sosmed beart.id. Untuk kalian juga bisa ikut partisipasi dalam Beart Virtual Art Exhibition (VAE).

Karya: Rama Fajar

Editor: Karimatus Sa’adah


Salam kreatif selamat berkarya

beart.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *