Menu Tutup

Karya “Life is Choice” dari pengkarya Embowiss dalam pameran daring beart-VAE

Life is Choice pameran daring beart VAE

Hidup ini dipenuhi dengan pilihan. Sejak kita masih kecil kita sudah dihadapkan dengan berbagai pilihan, pilihan kita untuk melangkah, melangkah ketahap mana, dimana, bagaimana. Sampai ditahap dewasa ini, pilihan hidup juga tampak semakin kompleks. Seperti dalam hal pekerjaan, masa depan, pasangan hidup dan masih banyak lagi. Mari menikmati Karya “Life is Choice” dari pengkarya Embowiss dalam pameran daring beart-VAE.

Bahkan tidak jarang dalam pikiran seseorang lebih memilih untuk membuat pilihan yang baru sebagai jalan keluar yang paling aman –kerena, pada dasarnya dalam langkah manusia yang penuh dengan pertimbangan lebih memilih pilihan yang jauh dari resiko terberat. Sering juga terjadi dalam menentukan pilihan dari berbagai pilihan yang sudah diperhitungkan sebab-akibatnya dengan penuh logika, diabaikan begitu saja saat intuisi hati mengambil alih kuasa diri.

Ketika beberapa orang berpikir bahwa garis hidupnya mengalir dengan tanpa adanya sebuah pilihan; tanpa arah dan tujuan. Dengan kesadaran yang penuh, kita sebagai manusia dapat menentukan kesadaran itu untuk menjalani hidup dengan penuh pilihan, dan juga sebaliknya; dengan penuh kesadaran untuk tidak menentukan pilihan dalam hidup.

Tentunya keputusan tersebut akan mengantarkan kemana kita akan berpijak hingga sampai. Selain berdampak pada diri sendiri sebuah pilihan juga dapat berdampak pada orang-orang sekitar, sekalipun pada orang yang belum pernah bertemu sebelumnya. Oleh sebab itu, perlunya mempertimbangkan dengan matang setiap keputusan yang kita ambil, karena jika tidak dengan matang dalam mempertimbangkan; sebab-akibat pada pilihan yang akan diambil, akan berakibat dengan sangat fatal.

Cerita dari pengkarya “Life is Choice” dalam pameran daring beart-VAE

Singkat cerita dari pengkarya “karya saya berbicara tentang kasus aborsi yang masih terus terjadi dari masa yang lalu hingga saat ini. Yang lebih mirisnya kasus aborsi ini banyak dialami oleh kaum belia, yang bisa dikatakan masih belum bisa memilah keputusan atau pilihan dalam setiap tindakan yang dilakukan.”

Sehingga secara sadar atau tidak telah melakukan sebuah kesalahan yang fatal, yang akan menimbulkan banyak dampak negatif. Mulai dari menahan malu, hancurnya masa depan, aib keluarga dan lain sebagainya, bahkan hubungan diluar nikah selalu menjadi bayang-bayang yang menakutkan bagi mereka.

Memilih keputusan memusnahkan atau aborsi itu sangat hina, sama halnya menginjak seekor cacing yang dianggap menjijikkan. Sungguh, rasa kemanusiaan telah luntur. Pertanyaan yang selalu ada dalam pikiran saya, apa bedanya sekarang kita dengan binatang? Bukannya kita manusia diciptakan dengan akal budi dan pikiran yang tentunya membedakan kita dengan binatang?.

Karya “Life is Choice” dari pengkarya Embowiss dalam pameran daring beart-VAE bisa juga diapresiasi di sosmed beart.id. Untuk kalian juga bisa ikut partisipasi dalam Beart Virtual Art Exhibition (VAE).

Karya: Embowiss (Anonim name)

Editor: Maulana Izzar


Salam kreatif selamat berkarya

beart.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *