Menu Tutup

Karya “Tekanan Mata” dari Aprilia Tri Hapsari – Beart VAE

karya VAE Aprilia

Ada aturan berbeda yang harus ditaati pada setiap keluarga. Anggotanya pun memiliki tanggung jawab masing masing yang memang sudah melekat, bebas juga terikat. Peraturan-peraturan yang terus dijalankan sampai akhir hidup. Karya “Tekanan Mata” dari Aprilia Tri Hapsari – Beart VAE.

Sedikit pembahasan tentang peraturan keluarga. Dalam ilustrasi yang berjudul “Tekanan Mata” tahun 2020 yang ikut juga dalam Beart-VAE. Mungkin sebagian orang mengalami apa yang dialami oleh objek yang digambarkan dan kemungkinan juga ada yang tertera pada gambaran tersebut bahwa masalah digambarkan adalah masalah yang sangat ringan, tapi siapa yang menyangka bahwa maksud dari gambar tersebut adalah luka yang sudah terpendam lama? Maka dari itu “tekanan mata” ini, mendeskripsikan seseorang yang sedang terlibat dalam masalah dalam waktu yang lama.

Tampak sesorang yang sedang menangis, memegang permen lolipop yang meleleh dengan tubuh bagian bawah tidak mempunyai kaki tetapi berupa tubuh gurita, dengan satu bola mata berwarna merah menyala didalamnya terdapat jarum jam. Tepat pinggir jam ada sebuah tangan yang memegang salah satu kaki gurita.

Bicara Makna Karya “Tekanan Mata” dari Aprilia Tri Hapsari – Beart VAE

Makna yang terkandung dalam gambar tersebut merupakan seseorang yang dari kecil sampai besar ia tidak pernah lepas dari pengawasan orang tuanya. Ia selalu ditekan kuat agar tidak keluar ke tempat lain dan selalu.

Tubuh gurita yang tidak bisa keluar ke tempat yang tidak ada airnya mempunyai artian seseorang itu harus tetap didalam air padahal seseorang itu ingin sekali keluar ke tempat yang bebas. Jika sesorang terlalu ketat diawasi maka pengetahuan tentang dunia luar hanya sebagian kecil diketahui. Seseorang yang menangis ini aslinya bukan kanak-kanak lagi.

Mengapa digambarkan tampak seperti anak kecil?

karena ia dianggap terus-menerus yang seolah pribadinya abadi menjadi anak kecil. semacam dikekang mengikuti aturan diketati, harus menurut terus-menerus, seperti air mengikuti arus. Gambar gelombang-gelombang air itulah campuran dari masalah-masalah yang telah dihadapi.

Tampak pula, ikan disamping berarti ada orang lain yang merasa kasihan dan ingin membantunya tetapi tidak memungkinkan untuk bisa dibantu. Serta keindahan dibawah laut yang tampak tepat diatas anak tersebut, menggambarkan banyak keindahan diluar sana banyak pengetahuan yang ada di luar sana yang belum diketahui olehnya. Karena banyak tekanan dan banyak mata yang mengawasinya.

Memang sewajarnya itu adalah tugas orang tua, mengawasi dan mendidik anak hingga ia dewasa. Meskipun sudah dewasa, orang tua masih sangat berperan penting bagi kehidupan anak. Namun bila mereka mengawasi secara berlebihan, mungkin karena kekhawatirannya sangat berlebih. Sehingga mereka takut untuk mengiyakan apa yang kadang sangat diinginkan buah hatinya.

Kita tahu bahwa, orang tua sudah lebih berpengalaman dalam menjalani hidup dari pada sang anak, maka dari itu, sepatutnya kita sebagai seorang anak memenuhi semua pintanya walaupun hal itu bertolak belakang dengan keinginan. Namun, jika ingin punya banyak pengalaman, ambilah resiko.

Karya berjudul Tekanan Mata dalam Beart-VAE bisa juga diapresiasi di sosmed beart.id. Untuk kalian juga bisa ikut partisipasi dalam Beart Virtual Art Exhibition (VAE)

Karya: Aprilia Tri Hapsari

Penulis: Aprilia Tri Hapsari

Editor: Wahyu Luly


Salam kreatif selamat berkarya

beart.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *