Menu Tutup

Kolaborasi Anak Muda Kreatif dalam ajang Literasi Ngalam Book Fest

cover beart ngalambookfest

Literasi merupakan baca, tulis dan memahami akan suatu hal. Tak hanya membaca buku saja, acara seperti Ngalambookfest yang menyuguhkan pameran buku yang di kolaborasikan dengan aneka kesenian dan anak muda kreatif di kota Malang dapat menjadi inisiatif dalam meningkatkan literasi. Mulai bazar buku, talkshow inspiratif, pertunjukan musik dan tari hingga serunya berjejaring sesama pelaku kreatif terjadi disini.

Pameran buku yang berlangsung dari tanggal 2-8 Maret 2020 bertajuk @ngalambookfest ini telah usai membuat #booklovers datang meramaikan. Bertempat di Pan Java, Dau-Malang, acara ini menyuguhkan aneka panel talkshow dan pertunjukan musik. Budaya literasi dengan konsep menarik dan minat baca-tulis atau literasi harus terus ditingkatkan, mungkin salah satu contohnya Ngalambookfest.

Tidak hanya menjual buku, event ini ikut mempertemukan penggiat literasi, penulis, penerbit, anak muda kreatif bahkan sajian musik dan tarian. Selama 8 hari pameran ini berlangsung sejuk dengan basuhan hujan yang menyelimuti Malang.


Baca juga:


Semoga kita selalu dipertemukan dengan kegiatan kreatif yang mempertemukan aneka pelaku seni dan desain. Harapan besar untuk Bumi segera membaik sedia kala.

Yuk lihat video Anak Muda Kreatif Literasi di Ngalambookfest

Hal yang seru lagi disampaikan oleh Mas Yoni, selaku kreatif tim dan direktur Ngalambookfest tentang minat Literasi di Indonesia. Dalam video di atas disampaikan oleh beliau, jika minat literasi di Indonesia di ukur dengan indikator perpustakaan yang sepi itu sangat sayang sekali tidak relevan.

Karena mengapa? Kita tak boleh melawan dan tak boleh mengharuskan membaca hari ini dengan buku saja. Medianya cukup luas dan tidak hanya dengan buku kita bisa membaca dan menulis hari ini.

Karena hal kreatif dibutuhkan untuk meramaikan minat literasi pemuda Indonesia. Acara ini menjadi salah satu cara untuk mengkolaborasikan aneka stakeholder dalam industri kreatif, seperti para penulis, penerbit, percetakan.

Pada dasarnya buku memang mempunyai nyawa tersendiri untuk di hayati. Peminat buku fisik tetap ada dan akan lebih variatif dan kreatif. Semua kembali dari pengelola, pemasarnya dan interaksi yang digunakan. Untuk bisa seperti itu, contoh konsep menjodohkan buku dengan aneka event kreatif hari ini dapat digunakan.

Contoh lain seperti acara Mocosik di Yogjakarta yang mengkolaborasikan buku dan musik. Dengan sistem tiket membayar konser mendapat buku. Atau mungkin membeli buku untuk mendapat tiket konser musisi favoritnya.


Penulis: Rejazer

Video: Devana Mozaik


Salam kreatif selamat berkarya

beart.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *