Menu Tutup

Membuat Batik motif kuliner sebagai bahan Branding kelurahan Ketawanggede

batik-beart cover

Malang – Para Mahasiswa Seni dan Desain Universitas Negeri Malang (UM) bekerja sama dengan PKK RW 2 Kelurahan Ketawanggede untuk mengadakan “Workshop Batik Cap” di Gedung Karya Bakti Kel. Ketawanggede.

Kegiatan ini dihadiri oleh 16 anggota ibu-ibu PKK yang merupakan perwakilan dari setiap RT di RW 2 Ketawanggede dimana dikoordinir langsung oleh ketua ibu PKK RW 2. Pada pelaksanaannya, anggota kelompok KKN Universitas Negeri Malang berperan sebagai penyelenggara dan pemateri serta ibu-ibu PKK sebagai peserta workshop.

Anggota KKN Universitas Negeri Malang memilih teknis batik cap sebagai materi utamanya. Dengan menampilkan motif desain batik yang diangkat ialah kuliner Kelurahan Ketawanggede. Hal ini karena potensi Industri kreatif yang bisa diangkat di Ketawanggede adalah pelaku kuliner.

Dalam pelaksanaannya, peserta diperkenalkan pelbagai jenis batik, alat dan bahan serta prosedur pembuatan batik. Anggota KKN Universitas Negeri Malang bersama peserta mempraktikkan secara langsung proses pembuatan batik cap mulai dari proses pengecapan sampai dengan tahap finishing. 

Baca juga:


Sebelum berkarya pada kain yang telah disediakan, peserta memulai dengan uji coba cap batik yang sudah dibuat sebelumnya. Setelah itu para peserta berkarya secara bergantian mengikuti prosedur sesuai dengan arahan yang telah disampaikan oleh para mahasiswa KKN UM. Setelah proses pengecapan selesai, peserta langsung menuju tahap pewarnaan batik menggunakan perwarna remasol yang telah disediakan.

Rangkaian acara Workshop Batik

Suasana workshop Batik-beart 2
Suasana workshop Batik (Dok: Istimewa)

Workshop batik cap yang bertemakan kuliner Ketawanggede akan dilakukan sebanyak dua pertemuan yaitu pada Hari Minggu, 5 Januari 2020 dan nanti pada Hari Minggu, tanggal 12 Januari 2020. Pada minggu pertama terdapat dua proses yang dilaksanakan, yaitu tahap pengecapan motif batik dan tahap pewarnaan. 

Pada minggu kedua nanti akan ada arahan penggunaan batik yang telah melalui tahap pewarnaan. Dengan melewati proses penerapan bahan kimia pengawet warna (waterglass) serta tahap pelorotan.yaitu tahap dimana lilin pada kain batik dihilangkan dengan cara direbus menggunakan air dan baking soda. 

Karya batik yang telah selesai nantinya akan digunakan sebagai selendang tari oleh pertunjukan tari anak-anak. Yang akan dipentaskan di acara “Gebyar Seni Ketawanggede” sebagai tanda berakhirnya program kerja KKN Universitas Negeri Malang di Kelurahan Ketawanggede tahun 2019/2020.

Peserta yang mengikuti “Workshop Batik Cap” sangat antusias dan aktif dalam melaksanakan kegiatan yang diselenggarakan oleh KKN Universitas Negeri Malang. Terlihat ibu-ibu silih bergantian mencoba cara mengecap lilin malam dengan alat cap motif batik.

Selepas kegiatan pada minggu pertama, peserta berinisiatif dan berencana untuk membuat pelatihan sendiri pada setiap RT Kelurahan Ketawanggede di kemudian hari. 

Kegiatan Workshop Batik Cap yang diselenggarakan oleh kelompok KKN UM diharapkan dapat menjadi tonggak untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas ibu-ibu PKK di Kelurahan Ketawanggede. Serta nanti dapat membranding ciri khas Ketawanggede sebagai “Zona Kuliner” melalui motif batik. Sebagaimana kuliner merupakan bagian dari sub sektor industri kreatif


Pewarta : Kris Monika Eva

Editor : M. Reza Rizky


Salam kreatif, selamat berkarya

Beart Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *