Menu Tutup

Mengenal poster proganda di Indonesia dari Affandi Koesoema

Affandi Koesoema adalah seorang pelukis yang dikenal sebagai Maestro Seni Lukis Indonesia, mungkin pelukis Indonesia yang paling terkenal di dunia internasional, berkat gaya ekspresionisnya dan romantisme yang khas. Pada tahun 1950-an ia banyak mengadakan pameran tunggal di India, Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat. Pelukis yang produktif, Affandi telah melukis lebih dari dua ribu lukisan.

Di tinjau dari website dgi.or.id, kala itu ketika republik ini diproklamasikan 1945, banyak pelukis ambil bagian. Gerbong-gerbong kereta dan tembok-tembok ditulisi antara lain “Merdeka atau mati!”. Kata-kata itu diambil dari penutup pidato Presiden pertama Indonesia Bung Karno, Lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945. Pada saat itu, Affandi Koesoema mendapat tugas membuat poster. Poster yang merupakan ide Soekarno itu menggambarkan seseorang yang dirantai tapi rantainya sudah putus. Yang dijadikan model adalah pelukis Dullah. Kemudian seniman kelahiran Cirebon, Jawa Barat, 1907 – 23 Mei 1990 membuat poster dengan Kata-kata “Bung, ayo bung” yang merupakan usulan dari penyair Chairil Anwar. Dari Affandi Koesoema berlanjut ke pelukis lain dari siang-malam memperbanyaknya dan dikirim ke daerah-daerah.

Gaya propaganda erat hubungannya dengan negara Rusia dan Jerman. Banyak elemen grafis yang mewarnai pergerakan poster proganda kala itu. Dengan menonjolkan warna merah sebagai unsur perlawanan.

Poster dari Affandi Koesoema

Melihat poster para mahasiwa hari ini

Aneka poster dibawa oleh para pengunjuk rasa kemarin, aneka tulisan kata-kata disuarakan lewat poster yang mereka bawa untuk berdemo. Dengan kreatif para mahasiswa mengolah kata untuk melakukan propaganda menyuarakan suara mereka. Ada beberapa poster yang serat akan unsur grafis dan unik dapat kita jumpai. Fenomena yang menarik dan dapat menjadi referensi para Seniman serta pelaku Desain Komunikasi Visual untuk bersuara lewat karya.

Bahkan ada akun Twitter @sedconversation yang mengunggah karya poster proganda untuk di gunakan para demonstran. Dengan gaya yang menarik serta mengikuti isu sosial yang ada di Indonesia.

Walaupun Indonesia tidak memiliki banyak referensi gaya desain grafis sendiri. Fenomena poster dengan pergerakan propaganda di Indonesia ini menarik dan dapat dikaji untuk dijadikan acuan gaya desain dan berkarya para seniman ataupun praktisi DKV di Indonesia.

Salam kreatif, Selamat berkarya

Beart Indonesia

1 Comment

  1. Pingback:Rundown mendesak tapi santuy, aksi musisi untuk #reformasidikorupsi via live Instagram. - Beart Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *