Menu Tutup

Pamerkan karya drawing di Mini Art Malang (MAM) Exhibition

Geliat seniman malang yang semakin membara dan ekosistem yang mulai berkembang dalam fase yang bisa dikatakan baik di Malang ini membuat semua aspek insan kreatif seni harus sadar dan mengambil momentum yang amat baik. Suara-suara karya seniman lewat medium karyanya perlu di tampilkan terus-menerus lewat berbagai acara seperti pameran Mini Art Malang (MAM) ini. Acara yang berlangsung selama 23 Agustus – 6 September 2019 yang diselenggarakan di Dewan Kesenian Malang ini merupakan rangkaian kecil pameran yang akan meramaikan kota Malang pada bulan-bulan ini. Acara yang bertajuk beyond the lines ini tidak hanya di selenggarakan di Malang.

Namun, MAM juga ikut andil dalam pameran Art Jakarta yang digelar di hall A & B JCC Senayan – Jakarta kemarin. Dengan di organisir Studio Dinding luar, Pameran MAM ini sudah digelar kedua kalinya di Malang.

Untuk melihat karya para seniman lebih luas dapat dilihat dibawah ini : 
Salah satu karya di pameran

Dengan memboyong lebih dari 125 seniman dari Malang dan berbagai daerah, MAM mengonsep drawing sebagai cara dalam berkarya seni. Karya yang ditampilkan mulai 2D hingga 3D, abstrak sampai realis dan masih banyak lagi. Adapun konsep dalam pameran untuk menyongsong drawing dengan balutan garis-garis yang tidak hanya menggunakan pensil. Namun, lebih luas menggunakan aneka teknik, konsep, menggambar dan mengolah karya menjadi karya yang siap untuk di pamerkan dalam galeri seni. Menjadikan juga karya manual bukan sebagai pendamping belaka juga. Serta tidak terkesan corat-coret saja namun dapat ikul andil dalam karya seni yang menunjang ekosistem seni, kebudayaan serta keberlangsungan ekonomi kreatif di Malang khususnya.

Semangat dan etos para seniman ini perlu didukung oleh para masyarakat sekitar serta stakeholder terkait di Malang khususnya.

Malang Center Art

Melihat antusiasme pameran dan pengkarya di Malang yang bagus dan menarik membuat Malang menjadi potensi sebagai center art baru di Indonesia. Mulai pameran di malang kota, di batu ada juga menyusul di turen dengan artturn, belum lagi pameran dari berbagai kampus di Malang serta pameran solo para seniman sendiri di berbagai daerah di Malang. Malang yang dapat dikatakan sebagai metropolitan harus sadar betul akan potensi para insan kreatif seni yang dimiliki. Jangan sampai seperti banyak halnya para pelaku seni yang keluar kota untuk mengejar potensi lebih.

Sedikit demi sedikit proses ini harus terus-menerus berlangsung demi keberlangsungan yang baik kota Malang dan sekitarnya. Begitu banyak insan kreatif yang perlu ikut serta mengosong momentum ini dengan terus berkarya dan meningkatkan kuantitas dalam berkarya.

Dengan menjadi center art diharapkan ekosistem para pelaku seni lebih subur dan lebih bergeliat dalam berkarya serta ikut andil dalam perkembangan kota Malang sendiri. Peka terhadap lingkungan sekitar dan merespon berbagai aspek sosial yang ada. Sebagaimana seniman merekam aspek sosial dalam balutan indah karyanya.

Selamat berkarya, salam kreatif

Beart Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *