Penta KLabs dan Galnas usung 8 Kampung di Semarang sebagai medium karya Perupa

SEMARANG — Pandemi membuat banyak ide lahir baru, kreatifitas memang dibutuhkan dalam momen ini. Seperti pameran Udan Salah Mongso ini dari Penta KLabs dan Galnas. Dimana pameran ini diselenggarakan mulai dari 1-14 Desember 2020. Sebuah pameran untuk menghidupkan kampung serta perupa seni di sekitarnya. Dengan tema yang dipilih untuk dapat merespons situasi terkini akan adanya perubahan iklim yang mempunyai dampak luar biasa terhadap ekosistem kehidupan.

Tema Udan Salah Mongso diambil dari frasa orang-orang di pedesaan di Jawa yang biasanya diutarakan ketika menyikapi perubahan musim tanam dan panen akibat musim yang tidak menentu.

Pada kesempatan kali ini beart.id berkesempatan menjadi media partner dari pameran ini. Kita ikut melihat karya-karya yang dipamerkan secara daring di galnasonline.id. Kondisi yang berat dalam pandemi ini kita ikut terus berpartipasi kecil juga dengan aneka pameran daring yang dilakukan para perupa di Indonesia. Agar terus dapat berkarya dan produktif melahirkan karya-karya mereka.

Melihat lebih jauh kolaborasi Penta KLabs dan Galnas

Fenomena ini merupakan bagian dari perubahan lanskap global dalam konteks lingkungan. Pemanasan global dan perubahan iklim adalah satu fenomena yang benar-benar terjadi yang merusak keseimbangan alam. Pandemi oleh Covid 19 juga diyakini sebagai migrasi virus dari hewan ke manusia karena ekosistem hidup mereka yang terganggu adalah salah satu dari dampak ini.

karya di pameran “Udan Salah Mongso”
karya di pameran “Udan Salah Mongso”

Udan Salah Mongso merupakan bingkai kuratorial dalam program dua tahunan (Biennale) Kolektif Hysteria dengan tajuk event Penta KLabs yang sudah berlangsung sejak 2016. Penta KLabs menjadi event intermediari atau konektor antara Kamu, Kalian, Kita-Kelas, Kampus-Komunitas-Kampung-Kota yang terdiri dari dua event utama yakni pameran visual dan simposium terkait aneka isu yang diangkat.

Baca juga:

Penta KLabs mengungkapkan kegiatan kali ini berbeda dengan sebelumnya, karena sekarang pameran ini menjadi bagian dari pameran keliling Galeri Nasional. Dimana ada sebuah perpaduan daring dan luring menggunakan fitur virtual reality dari 8 kampung bagian jejaring Hysteria.

Kampung tersebut diantaranya: Kemijen, Bandarharjo, Bustaman, Randusari-Nongkosawit, Petemesan, Jatiwayang- Ngemplak Simongan, Krapyak dan Sendangguwo.

Cek Pameran daring di galnasonline.id


Salam kreatif selamat berkarya

beart.id

Leave a Comment