Menu Tutup

Petra Sihombing rilis dua track lagu berjudul ‘ADU/H & UDAH’ bersama Danilla Riyadi

aduh udah petra

Petra Sihombing, Seorang penyanyi-penulis lagu, multi-instrumentalis, dan produser musik. Selama karirnya, pada tahun 2013 ia sukses dengan lagu berjudul “Mine” yang berhasil menembus 3 juta penonton di YouTube. Kini Petra Sihombing saip untuk kembali produktif dengan merilis dua track lagu berjudul ‘ADU/H & UDAH’ bersama Danilla Riyadi sebagai penulis.

Petra Sihombing telah sering memproduseri beberapa rekan musisi lainnya seperti Tulus, Hindia, Sivia Azizah, Kunto Aji, Ben Sihombing, Coldiac , Diastika hingga terbaru Nadin Amizah. Di sela kesibukannya, Petra terus menciptakan karya untuk solo karirnya, kemudian terciptalah album bertajuk “1/4” pada tahun 2018 dengan lagu yang menjadi andalan yakni “Nirmala”, “1992”, “Bad Lover” dan “Take It or Leave It” yang berkolaborasi dengan Incognito. Kini Petra sedang dalam proses produksi album terbarunya yang akan segera dirilis di 2020. Semua lagu yang akan hadir di album terbaru Petra telah dirilis secara berkala di setiap bulannya pada tanggal 23, tunggu terus saja kelanjutannya yuk.

‘gw pengen menjadi lebih konsisten, dan resolusi di tahun 2020 ini untuk 10 bulan ke depan gue akan rilis lagu setiap bulannya, setiap tanggal 23. Tungguin, ya!” – Petra Sihombing, narasi dalam video pengumuman mengenai rencana rilis albumnya di 2020 ini’. Ujar Petra.

Tanya Jawab – Petra Sihombing untuk lagu ADU/H & UDAH bersama Danilla Riyadi

”Adu/h”, yang merupakan rilisan kedelapan, langsung mempunyai pembeda yang sangat terasa dibandingkan rilisan-rilisan terdahulu, dengan konsep dua trek di satu rilisan. Apakah ini sebuah cara untuk tetap membuat setiap rilisan dari Petra Sihombing tetap menarik?

Sebenernya gue nggak sengaja sih, awalnya justru satu track. Tapi lama-lama gue dengerin, gue merasa harus dipisah karena ternyata punya makna yang sama-sama kuat tapi bisa saling support.

 Apakah cerita yang coba ditawarkan dari “Adu/h” dengan bentuk presentasi dua trek yang berbeda ini?

Dua lagu ini sekilas menceritakan information exchange di dunia digital yang nggak ada cukupnya. Ada beberapa cerita sih disini yang ditulis secara tidak kronologis. Tapi intinya gue dan Danilla banyak ngebahas hidup di era digital. Semacam sequel dari lagu Cerita Kita Milik Semua.

Selama masa pembatasan sosial dan karantina mandiri di beberapa bulan terakhir, penetrasi gawai pintar semakin mengambil porsi yang besar di waktu-waktu produktif kita. Bagaimana Petra melihat relasi antara karya lagu dari rilisan pertama (dari album “Semenjak Internet”) dengan kondisi nyata saat ini?

Sejujurnya di dua lagu ini nggak ada relasi ke masa pandemic waktu gue nulis sama Danilla. Cuma dengan internet yang makin “dibutuhkan” di masa seperti ini, akhirnya jadi ada hubungannya.

Baca juga:

Kiko (putra dari Petra Sihombing) kali ini kembali mempunyai peran di karya lagu dari Petra berjudul UDAH (setelah sebelumnya di lagu “Bodoh”). Apakah ini proses yang memang sudah direncanakan sebelumnya, atau terjadi begitu saja?

Waktu itu gue lagi ngasih denger ke Sheryl lagu ini dan dia yang ngasih ide buat masukin suara Kiko. Gue awalnya agak bingung sih karena nggak tahu nyambungnya gimana. Tapi akhirnya gue nemu rekaman audio yang cocok buat lagu ini dan ternyata bisa mensupportl agunya dengan baik

Rilisan kedelapan dan sudah lebih setengah jalan menuju rilisan album, bagaimana Petra tetap menjaga tenaga dan disiplin untuk tetap berjalan sesuai rencana di tengah-tengah situasi global sekarang?

Tetep berjalan seperti biasa sih. Nggak ada yang dipaksain. Gue nggak pengen di buruburu juga soalnya. Untungnya keseluruhan udah hampir selesai, tinggal finishing touches di beberapa lagu.


beart.idSalam kreatif selamat berkarya

beart.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *