Menu Tutup

Profil para seniman dalam pameran Identity Nomads

Malang – Melalui program publik ini, harapannya tercipta sebuah ruang untuk berjumpa baik secara persoal maupun gagagasan dibalik karyanya.

Program ini akan dilaksanakan pada hari minggu pada tanggal 8 Desember 2019 pukul 19:00 WIB. Berlokasi di Galeri Raos, Batu, Malang, Jawa Timur. Forum seniman wicara ini akan dimoderasi oleh salah satu tim kurator pameran ini, Ignatia Nilu.

Pameran Berlangsung :
8-19 Desember 2019
Jam Buka pameran :
10:00 — 22:00 WIB

Berikut Profil para seniman :

  1. Daniel Kho (Lahir — 1956, Klaten, Jawa Tengah, Indonesia) perupa yang dikenali lewat karya lukis dan patungnya ini mengawali karir secara otodidak di awal tahun 70-an dengan medium batik,patung dan lukisan. Semenjak tahun 1977, Ia memutuskan pindah ke Jerman. Kemudian menerima beasiswa dari Jacob Eschweiler Art Foundation. Pada tahun 1999-2006 ia mengajar seni dan pertunjukan sebagai bagian MUS-E Artists in Schools” Project, yang dikelola di Jerman oleh Yehudi Menuhin Foundation. Semenjak 2002 ia mendirikan “Shadow Theatre Kho” in Cologne, Jerman. Kemudian di tahun 2009 bersama rekannya ia mendirikan Djagad Art House in Bali. Semenjak 2012 ia tinggal dan bekerja di Bali, Barcelona dan Cologne.
  2. Odo Rumpf (Lahir — 1961, Leverkusen, Jerman ) adalah seorang perupa dan media artist yang banyak bekerja dengan karya-karya instalasi logam dan berfokus pada praktik lintas disiplin, khususnya seni, sains dan teknologi. Ia menempuh studi formal Teknik mekanik di, RWTH Aachen. Semenjak tahun 1991, ia berkarya sebagai seorang freelance artist, kemudian berkolaborasi dan belajar kajian kekaryaan studio pada Prof Thomas Virnich dari Braunschweig Art Akademie.
    Pada tahun 1993 mendapatkan rekognisi resmi sebagai seniman Prof H.P. Schall, Duesseldorf Art Academy. Di tahun 1997 ia menerima penghargaan European Award for Art with Solar Technology (Eurosolar).
  3. Teguh Ostenrik ( Lahir — 1950, Jakarta, Indonesia) merupakan seorang seniman kenamaan Indonesia. Ia dikenali dengan karya-karya monumentalnya pada medium lukis dan patung. Ia menempuh program studi master pada kajian seni murni di University of Art (UdK), Berlin, Jerman. Karya-karyanya telah dipamerkan dan dikoleksi oleh museum privat maupun negara di banyak negara Internasional, Seperti Willem de Kooning Studio (AS) dan Fukuoka Art Museum (Jepang). Ia menerima penganugerahan 10 seniman terbaik oleh Philip Morris Art Award di tahun 1997 dan Anugerah Seniman Terbaik pada kategori seni visual oleh majalah Tempo di tahun 2009 dan 2014. Terdorong atas keperdulian dan hormatnya kepada alam dan bumi pertiwi, ia terus berkarya dengan perhatian utama pada relasi manusia dan alam.
  4. Lili Voigt (Lahir —1965 in Karlsruhe, Jerman), Adalah seorang seniman media yang berkarya dengan fokus pada praktik interdisiplin (seni dan sains). Ia menempuh studi formal pada kajian fotografi di Kunsthochschule für Medien Köln (Master studies). Ia berkarya dan aktif berpameran secara international dengan menampilkan karya pertunjukan audio-visual, konser yang menggabungkan elemen seni rupa seperti lukisan, video, sastra dan musik elektronik. Ia menerima penghargaan New Talent price of the Multimedia fair Milia in Cannes or the EuroPrix 2000, Best of Multimedia in Europe.
  5. Ito Joyoatmojo (Lahir — 1958, Jakarta, Indonesia) Adalah seorang perupa yang dikenali dengan karya lukisnya. Menempuh studi formal di Sekolah Seni Rupa Indonesia, Yogyakarta pada tahun 1973 dan Institut Kesenian Jakarta pada tahun. Semenjak tahun 1987, ia berkerja dan tinggal di Swiss. Ia tertarik pada investigasi keterkaitan antara makanan dan gagasan migrasi. Kemunculan paradoks antara eksotisme dan kampung halaman yang menjadi simbolisasi dari dimanakan letak identitas kita berada dan dimiliki.

Reporter : Karimatus Sa’adah

Editor : Muhammad Reza Rizky

Salam kreatif, selamat berkarya

Beart Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *