Menu Tutup

Societo Fisip UB gelar Brawijaya Movie Exhibition untuk apresiasi para filmmaker

Semangat para filmmaker di tanah air semakin meluap dan menarik untuk diapresiasi. Termasuk para mahasiswa Societo Fisip UB yang ikut andil untuk mengapresiasi para filmmaker di tanah air. Dengan medium acara Brawijaya Movie Exhibiton, mereka menampilkan aneka film karya pelajar dan mahasiswa yang masuk submission dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam rangkaian acara Brawijaya Movie Exhibition ini dimeriahkan lebih dari 20 film karya filmmaker Indonesia. Acara yang sudah menginjak volume 6 ini diselenggarakan di hotel Santika Premiere Malang. Mulai dari tanggal 4 – 5 Oktober juga digelar aneka talkshow perfilman. Tidak luput sutradara dari 27 Steps of May ikut andil setelah pemutaran film tersebut.

Poster-poster dari film yang hadir di Brawijaya Movie Exhibition

“Untuk mengapreasi para filmmaker yang terbatas akan layar dan tidak bisa masuk bioskop, maka kami adakan pameran seperti ini” ucap Wulan selaku direktur festival. Untuk kali ini Brawijaya Movie Exhibition volume 6 mengangkat tajuk “Cakrawala Maya, Jaya Makna Sinema” yang diartikan menjadi garis antara bumi dengan langit. Sebagai wadah penyambung antara penonton dengan film.

Dimeriahkan oleh film 27 Steps of May yang telah mendapat aneka penghargaan.

Sesi Talkshow dengan Ravi Bharwani sutradara dari 27 Steps of May

Film 27 Steps of May bercerita tentang MAY (Raihaanun) yang diperkosa oleh sekelompok orang. Ayah May (Lukman Sardi) sangat terpukul dan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak dapat melindungi anaknya. Dari kejadian tersebut membuat May trauma, hingga menarik diri sepenuhnya dari kehidupan luar. Hidupnya berubah tanpa koneksi, emosi, atau kata-kata, menjadi monoton di dalam rumah saja. sementara Ayahnya terjebak oleh perasaan bersalah.

Demi May, sang Ayah mengorbankan segalanya untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan bagi anaknya. Namun di ring tinju, tempat dia bekerja. Dia lebih dari pekerja seni. Menjadikan tinju sebagai ajang bertarung untuk menyalurkan amarahnya. Ayah dan May telah hidup monoton seperti itu selama 8 tahun, tapi semua berubah ketika May bertemu dengan seorang Pesulap (Ario Bayu) melalui celah kecil yang muncul di dinding kamarnya. Menunjukkan pertunjukan sulap di hadapan May melalui lubang itu Pesulap ini juga yang membangkitkan rasa penasaran May sekaligus emosinya. Dia menjadi cukup berani untuk mencari dan menghadapi perasaan, sensasi, dan ingatannya yang hilang. Hingga nanti sang pesulap membantu May kembali normal sediakala.

Efek dari kekerasan seksual digambarkan begitu menyedihkan dan membuat efek trauma yang cukup berat. sebagai bahan pelajaran kita juga untuk melindungi kaum perempuan, bukan sebaliknya. Apalagi melakukan kekerasan seksual pada perempuan di jalan atau tempat umum.

Beberapa penghargaan dari film 27 Steps of May diantaranya :

  • Festival Film Bandung untuk Pemeran Utama Wanita Terpuji Film Bioskop : Raihaanun
  • Festival Film Bandung untuk Penata Kamera Terpuji Film Bioskop : Rahmat Syaiful
  • Festival Film Bandung untuk Sutradara Terpuji Film Bioskop : Raxi Bharwani
  • Festival Film Bandung untuk Penulis Skenario Terpuji Film Bioskop : Rayya Makarim

Salam Kreatif, Selamat Berkarya

Beart Indonesia

1 Comment

  1. Pingback:"Bumi dan Bulan" mulai berkisah dan menjadi single ke-4 dari album ketiga Hivi! - Beart Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *