Menu Tutup

Tashoora Bekerjasama Dengan Narasi TV dan PUSAD Bahas Perjuangan Para Penyintas Konflik Dalam Lagu ‘Sintas’

tashoora

Grub band dari Yogyakarta, Tashoora, resmi rilis lagu terbarunya ditahun 2020 berjudul ‘Sintas’. Grub band yang terdiri dari Danang Joedodarmo (Gitar, Vokal), Dita Permatas (Akordeon, Kibor, Vokal), Gusti Arirang (Bas, Vokal), Mahesa Santoso (Drum), Danu Wardhana (Vlin, Vokal) dan Sasi Kirono (Gitar, Vokal) selalu membawakan pesan-pesan tersirat dalam setiap lagunya.

Single ‘Sintas’ menjadi Original Soundtrack dari serial dokumenter The Invisible Heroes karya gabungan Narasi TV dan Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Universitas Paramadina. Dalam lagu ‘Sintas’ ini melibatkan Heston Prasetyo sebagai produser, drum diisi oleh Zakari Danubrata, sedangkan artwork dikerjakan oleh Antonius Dian.


Baca juga:


‘The Invisible Heroes’ ialah sebuah film rekam jejak perjuangan para penyintas konflik dalam menjalani hidup sehari-hari. Sembari berusaha melupakan bayangan pahit atas konflik masa lalu. Penyintas yang dimaksud ini tidak hanya pada konflik perang pada umumnya saja, namun juga soal bencana alam, body-shaming, diskriminasi rasial, konflik berbasis gender dan kelas, hingga perundungan.

Tashoora menggambarkan ‘Sintas’ untuk terus bertahan hidup, mampu mempertahankan keberadaannya. Karena pahitnya konflik yang telah dilewati tidak harus dirundung saja, namun harus dihadapi dan dilewati.

“Siapapun dari kita yang punya luka mendengarkan lagu ini bisa jadi mantra, kita saling menguatkan…”

Kesan Najwa Shihab dalam mendengarkan lagu ‘Sintas’

Single ‘Sintas’ telah menjadi mantra tersendiri, seperti dalam liriknya yang mengajak saling mengingatkan dan menguatkan. Acap kali kita lemah dan terpuruk dalam kesedihan dan kepahitan dalam konflik. Lewat ritme musik ‘Sintas’, kita dapat tergugah dan semangat kembali. Semangat inilah yang diajak oleh Tashoora, Narasi dan PUSAD untuk menyuarakan semangat heroes.

Lirik ‘Sintas’ – Tashoora

Sempat waktu berhenti melangkah

Buta mataku dan hilang arah, sirna harapku pada manusia

Dingin bergulir, mendekap getir, kembali lahir, kembali lahir

Dingin bergulir, mendekap getir, belum berakhir, belum berakhir

Lawan pandang-pandang yang merendahkan

Bisikan suara yang menjatuhkan, kita harus saling menguatkan

Sudahi sepi dalam perjalanan

Buka satu dua lagi lembaran, kita harus saling menguatkan

Sebagian menaruh harapan

Dari penebusan-penebusan, dihantui masa lalu kelam

Bangkit berdiri, kaki sendiri, berkali-kali, berkali-kali

Bangkit berdiri, kaki sendiri, menolak mati, menolak mati

Lawan pandang-pandang yang merendahkan

Bisikan suara yang menjatuhkan, kita harus saling menguatkan

Sudahi sepi dalam perjalanan

Buka satu dua lagi lembaran, kita harus saling menguatkan

Nyalakan apinya

Gelap ini hanya sementara


Salam kreatif, selamat berkarya

Beart.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *